Berita
Bencana Galodo (Banjir Bandang) yang membawa duka baik jiwa, materi dan penderitaan di Pulau Sumatera, telah memanggil ICRP, Ikatan Keluarga Perantau Muaro Pingai Jabodetabek dan GarudaFood berkolaborasi, untuk bisa mengantar bantuan lansung ke daerah terisolasi di Desa Muaro Pingai, Junjung Sirih, Solok, Sumatera Barat.
Ada 2.655 jiwa, dengan 625 Kepala Keluarga yang terdampak, pasca datangnya banjir galodo (banjir bandang) subuh itu (27/11) yang merusak 95% fasilitas dan rumah rumah saudara saudara kami di desa. Sedangkan yang mengungsi ada 2043 jiwa dengan 521 KK,
Rapat Koordinasi tersebut di laksanakan di kantor Indonesian Conference on Religion and Peace, yang berlangsung secara daring dan luring.
Secara luring, di kantor ada 30 orang yang hadir, dengan perwakilan Ninik Mamak di perantauan yaitu Datuk Barbanso Miradi; Perwakilan perantau di Cipadu, Ciledug oleh Ridho Rulia Pradana; Tim Koordinasi Lapangan Ria Anora. Lalu melalui daring di ruang Zoom yaitu Wali Nagari Muaro Pingai Dodi Hermen; perwakilan warga di kampuang Vira Anggelina, Iqbal Rahmatullah dan Anggi.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Direktur Eksekutif ICRP Ilma Sovri Yanti, melalui ruang Zoom di kantor ICRP. Dengan dihadiri 30 orang dari Ikatan Keluarga Perantau Muaro PIngai se Jabodetabek dan sekitarnya.
Agenda rapat penting adalah upaya bersama membawa bantuan 50 dus GarudaFood (29/11) mampu menembus sampai ke lokasi di Masjid Al Kautsar Desa Muaro Pingai, Junjung Sirih, Solok, Sumatera Barat. Karena memang sangat di butuhkan para pengungsi.dan anak anak.
Ilma Sovri Yanti menjelaskan, tepat jam 15.00 WIB (29/11) perwakilan GarudaFood Agus Suardi tiba di Dermaga Danau Singkarak, kami bertelepon, ditengah rapat koordinasi yang sedang berlangsung di kantor Indonesian Conference on Religion and Peace, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat yang berada di dalam Komplek Sekretariat Negara.
Kami memutuskan bersama untuk menempuh 2 cara menembus akses ke lokasi. Pertama melalui jalur dermaga danau singkarak atau menyeberang danau, dan kedua jalan darat dengan petunjuk warga kampuang dengan mencoba menembus jalur jalur alternatif. Karena itu opsi yang ada. Sedangkan untuk menempuh jalur utama melalui darat, belum memungkinkan, karena masih banyak material di jalan jalan serta lumpur tebal. Begitu juga air yang sewaktu waktu masih terus memenuhi jalan jalan utama.
Setiba truk GarudaFood di Dermaga Danau Singkarak, kondisi untuk mendapatkan perahu warga tidak mudah, karena butuh antri sangat lama. Sehingga akhirnya kami berkoordinasi kembali, dan diyakinkan warga setempat untuk menempuh jalur darat, dengan melewati jalur jalur alternatif.
Akibat di yakinkan warga setempat, akhirnya bantuan tersebut berhasil sampai di titik pengungsian. Bantuan GarudaFood telah diterima warga secara langsung. oleh VIra Anggelina. Ada 50 dus bantuan dari GarudaFood berupa snack.
Ilma Sovri Yanti sebagai insan yang terlahir di Desa Muaro Pingai, tentu sangat perhatian atas peristiwa penderitaan yang menerpa kampung dan saudara saudaranya. Bantuan ini menjadi penting, dan kami sangat bersyukur, juga menjadi pembuka jalur bagi yang lainnya, untuk berani menempuh jalur alternatif.
Sehingga bersama Ikatan Perantau Keluarga Muaro Pingai Jabodetabek, kami berkoordinasi dengan GarudaFood, begitu juga dengan para pengungsi di Desa Muaro Pingai. Yang akhirnya daerah terisolasi tersebut bisa kami tembus, tegas Ilma.
Wali Nagari Dodi Hermen bersama Ikatan Perantau Keluarga Muaro Pingai, dalam koordinasi via zoom (29/11) di ICRP, menyatakan sejak awal peristiwa Subuh itu, kami terus berkomunikasi dengan para perantau.
Saudara kami di rantau sejak hari pertama kejadian, juga mencari kejelasan, tentang nasib saudara saudara, harta benda, sawah mereka di kampung.
Bantuan GarudaFood akan kami distribusikan ke 4 jorong (daerah) di wilayah kami. Meski 1 jorong tidak terkena banjir bandang, namun kenyataannya wilayah kami tertutup akses, sehingga sudah 4 hari melumpuhkan aktifitas ekonomi warga, pendidikan, tidak bisa ke sawah karena tertutupi air, sehingga bantuan tetap kami distribusikan untuk semua.
Tentu sekarang sudah 4 hari. Kami harus mulai antisipasi para pengungsi yang kesehatan dan daya tahan mulai menurun. Sehingga hari ini, kami di dukung para perantau menghimbau bantuan dalam bentuk ketersediaan obat obatan, seperti obat rematik, obat saluran nafas, flu, pilek, batuk, sesak, meriang, asma dan masuk angin.
Serta ketahanan pangan untuk 3 bulan kedepan. Sehingga bantuan GarudaFood sangat mendukung dan menopang aktifitas kami di pengungsian, jelas Wali Nagari Muaro Pingai.
Perwakilan Ninik Mamak di perantauan, yaitu Datuk Barbanso Miradi menyampaikan "kami telah sepakat, bahwa situasi merespon kondisi kampung akan memakan nafas panjang. Karena hampir 95% kampung porak poranda pasca banjir bandang. Sehingga perlu di fikirkan bagaimana kita dapat membangun kampung kembali".
Zakat, Infaq, Shodaqoh dan bantuan seperti GarudaFood menjadi yang sangat dibutuhkan untuk mendukung saudara saudara kita bangkit di Sumatera, khususnya di Desa Muaro Pingai, jelas Datuk Barbanso.
Perantau juga berencana akan pulang kampung ikut bergotong royong membersihkan kampung dan material material yang masih berada di jalan jalan. Kami berencana menyewa bus, untuk membantu saudara saudara kami di kampung untuk membersihkan, jelas perantau Muaro Pingai Miko Parman
Butuh pemikiran bersama, tenaga, gotong royong membersihkan, tidak hanya hari ini, di masa tanggap darurat, bahkan kalau perlu 1 tahun ke depan, kita tetap menggalang bantuan sosial di perantauan, semangatnya.
Wali Nagari Muaro Pingai Dodi Hermen secara khusus berterima kasih kepada ICRP dan gerakan perantau yang telah menggalang kepedulian sejak hari pertama, dan sekarang juga melibatkan GarudaFood.
Ia menyatakan sudah 3 hari kurang istirahat, karena tidak mudah berkoordinasi dengan warga yang biasa membantunya, karena mereka menjadi korban juga. Sehingga bantuan GarudaFood sangat dibutuhkan, ditengah daerah kami yang masih tak mudah di akses.
Ia sangat berterima kasih atas upaya GarudaFood mau memahami situasi kami di lapangan. Dengan sungguh sungguh mencari cara menyeberangkan 50 dus bantuannya melalui Dermaga Danau Singkarak, hanya karena antri lama, akhirnya di putuskan untuk mencoba jalur darat dan berhasil, dengan memperhatikan segala kemungkinan dan terus berkomunikasi sepanjang perjalanan.
Kami mencoba menembus jalur jalur alternatif dan berhasil sampai lokasi. Tentunya ini akan membuka upaya lainnya, pasca kami bisa menempuh jalur darat bersama GarudaFood.
Kami meyakinkan para perantau untuk bantuan mereka mencoba menempuh jalur darat. Karena jika berhasil akan menjadi jalan pembuka. Meski saya tahu kondisi yang dihadapi, bisa saja jalan berlumpur dan material yang masih ada di jalanan. Dan berdampak pada kebutuhan BBM yang tinggi.
Namun ini memang kendala kami, dan GarudaFood Kota Solok mau peduli, bahkan memahami, sehingga terwujud harapan warga menerima bantuan langsung di titik pengungsi Masjid Al Kautsar, Desa Muaro Pingai, Junjung Sirih, Solok, Sumatera Barat, harapnya dengan penuh rasa terima kasih kepada petugas karena mau mengantarkan sampai lokasi.
Adapun mereka yang hadir di Kantor ICRP adalah Datuk Barabanso Miradi, Dicky Akisman, Ria Anora, Healky Azmi, Miko Parman,
Denil Hony Alhafis, Ridho Rulia Pradana, Ahmad Baidawi S., Fajar Bahari, Roli, Kevin Yudita Frihandana, Rangki, Winora, Jeri A., N. Angga, Windi, Rakel, Kevin Thrinanda, Jacki M, Dodi P.H., Windra, Jeri A., Jacky, Rakel dan Dodi.
Adapun daftar kerusakan di Desa Muaro Pingai, Junjung Sirih, Solok, Sumatera Barat adalah:
1. Infrastruktur rusak: Jembatan : 2 Jalan
2. Sawah yg terdampak : 90 Ha
3. KK yang mengungsi/jiwa : 521 KK, 2043 jiwa
4. Rumah terendam: 165
5. Rumah rusak berat: 97
6. Rumah rusak sedang: 53
7. Rumah rusak ringan: 49
8. Rumah hanyut: 15
9. Jumlah KK/jiwa terdampak : 2043
10. Fasilitas pendidikan rusak: 1 (SD) hanyut
11. Fasilitas kesehatan rusak : 1 (Poskesri) rusak berat
12. Fasilitas rumah ibadah rusak Berat, sedang dan ringan : 3
13. Unit irigasi rusak
14. Unit kios rusak
15. Unit Perkantoran rusak
Artikel lainnya dalam kategori yang sama
SOLOK – 31 hari sudah Sumatera Barat tertimpa bencana Ekologi, yang di kenal dengan Galodo. Situasi yang berada di Sumat...
28 Dec 2025
JAKARTA – Ikatan Keluarga Muaro Pingai (IKMP) se-Jabodetabek menggelar rapat konsolidasi ke 2 pada Minggu (7/12/2025) d...
07 Dec 2025
Indonesia tengah berduka. Bencana yang melanda tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—menyisakan luka se...
07 Dec 2025
SOLOK/JAKARTA – Bencana banjir bandang telah menerjang Desa Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Suma...
28 Nov 2025
JAKARTA, 28 November 2025 – Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria Ulfah Ansh...
28 Nov 2025
JAKARTA, 28 November 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum...
28 Nov 2025
Jadilah bagian dari komunitas yang berkomitmen membangun perdamaian dan toleransi di Indonesia
Bergabung Sekarang