Berita
SOLOK – 31 hari sudah Sumatera Barat tertimpa bencana Ekologi, yang di kenal dengan Galodo. Situasi yang berada di Sumatera memanggil banyak pihak untuk mencari tahu nasib saudaranya. Salah satunya terjadi di Nagari Muaro Pingai.
Direktur Eksekutif ICRP Ilma Sovri Yanti menegaskan dirinya dan tim ICRP, sudah berjalan 2 minggu lebih dalam penanganan dampak banjir. Mulai dari kegiatan hibuan bersama anak dan orang tua, bersih bersih rumah warga, menyediakan tempat bermain anak dan forum curhat perempuan.
Namun ada hal hal khusus, yang juga butuh perhatian. Salah satunya kebutuhan dasar Kesehatan, Untuk itu situasi tersebut, menyebabkan relawan lintas organisasi, lintas bidang dan disiplin berkolaborasi melakukan respon bersama, sesuai kapasitas masing masing.
Hal itulah yang di lakukan Universitas Jambi (UNJA) di bawah koordinasi Ibu Ummi Kalsum. Mereka adalah Tim Pengabdian Masyarakat Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jambi (UNJA) yang turun langsung ke lokasi bencana banjir bandang (galodo) di Sumatera Barat.
Tim yang dipimpin oleh Dr. Ummi Kalsum, SKM., MKM., ini memfokuskan layanan di dua titik terdampak parah, yakni Muaro Pingai dan Paninggahan, hingga 30 Desember mendatang.
Dr. Ummi Kalsum menjelaskan bahwa kehadiran tim UNJA bertujuan untuk mengisi fase pemulihan (recovery) pasca-tanggap darurat. Tim ini terdiri dari kolaborasi lintas profesi (Interprofessional Collaboration) yang melibatkan tenaga ahli dan mahasiswa dari lima jurusan di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UNJA: Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, dan Psikologi.
"Saat ini kita sudah masuk fase pemulihan. Berdasarkan pengamatan kami selama di lapangan, dampak fisik dan psikologis masih sangat terasa. Banyak warga yang mengalami trauma, terlihat cemas dan was-was setiap kali hujan turun. Oleh karena itu, selain pengobatan fisik, trauma healing menjadi prioritas utama kami," ujar Dr. Ummi Kalsum di Posko Kesehatan Paninggahan.
Layanan Kesehatan Terintegrasi dan "Jemput Bola"
Selama bertugas, tim UNJA menerapkan sistem layanan di posko serta layanan keliling (mobile clinic) untuk menjangkau pengungsi yang tidak dapat datang ke posko. Layanan medis dasar yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemberian obat-obatan, dan multivitamin.
Dr. Ummi mengungkapkan bahwa keluhan kesehatan yang paling banyak ditemui adalah kekambuhan penyakit kronis seperti hipertensi dan jantung akibat stres, gangguan lambung, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat debu sisa lumpur kering, serta nyeri otot (myalgia) pasca-evakuasi.
"Kami hadir lengkap. Dokter dan perawat menangani fisik, psikologi menangani trauma psikososial, farmasi memastikan edukasi penggunaan obat yang tepat, dan kesehatan masyarakat berfokus pada epidemiologi serta promosi kesehatan. Total warga yang terlayani diperkirakan mencapai 500 hingga 1.000 orang di kedua lokasi," tambahnya.
Distribusi Paket Bantuan Spesifik dan Air Bersih
Selain layanan medis, Universitas Jambi juga menyalurkan bantuan logistik yang bersifat spesifik untuk kelompok rentan. Bantuan tersebut berupa:
Maternal Kit: Untuk ibu hamil, menyusui, dan wanita usia subur (WUS), termasuk pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK).
Baby Kit & Lansia Kit: Perlengkapan khusus bayi dan nutrisi tambahan (susu) untuk lansia.
Educational Kit: Perlengkapan sekolah, krayon, dan buku gambar untuk anak-anak sebagai media trauma healing dan edukasi (cara cuci tangan dan gosok gigi).
Tim juga memberikan perhatian khusus kepada para relawan dan anggota TNI yang bertugas membersihkan lokasi bencana dengan memberikan suplemen, susu, dan sari kurma untuk menjaga daya tahan tubuh mereka.
Untuk mengatasi krisis air bersih, tim UNJA bekerja sama dengan PMI mengoperasikan mobil tangki air yang mendistribusikan 10.000 liter air bersih setiap harinya (pagi dan sore) guna keperluan sanitasi warga.
Apresiasi Data untuk Ketepatan Penanganan
Dalam pelaksanaannya, Dr. Ummi Kalsum menekankan pentingnya data yang akurat agar bantuan tepat sasaran. Ia secara khusus mengapresiasi kinerja Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP).
"Saya sangat mengapresiasi kinerja ICRP yang sangat spesifik berbicara tentang data. Hal ini sangat krusial karena data yang valid akan sangat menentukan efektivitas kerja kerelawanan kita saat masuk di fase pemulihan ini," tegas Dr. Ummi.
Misi kemanusiaan Universitas Jambi ini dijadwalkan berakhir pada 30 Desember, namun Dr. Ummi berharap intervensi kesehatan dan psikososial yang telah diberikan dapat membantu masyarakat Muaro Pingai dan Paninggahan bangkit kembali dengan kondisi fisik dan mental yang lebih tangguh.
Artikel lainnya dalam kategori yang sama
JAKARTA – Ikatan Keluarga Muaro Pingai (IKMP) se-Jabodetabek menggelar rapat konsolidasi ke 2 pada Minggu (7/12/2025) d...
07 Dec 2025
Indonesia tengah berduka. Bencana yang melanda tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—menyisakan luka se...
07 Dec 2025
Bencana Galodo (Banjir Bandang) yang membawa duka baik jiwa, materi dan penderitaan di Pulau Sumatera, telah memanggil I...
30 Nov 2025
SOLOK/JAKARTA – Bencana banjir bandang telah menerjang Desa Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Suma...
28 Nov 2025
JAKARTA, 28 November 2025 – Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria Ulfah Ansh...
28 Nov 2025
JAKARTA, 28 November 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum...
28 Nov 2025
Jadilah bagian dari komunitas yang berkomitmen membangun perdamaian dan toleransi di Indonesia
Bergabung Sekarang