Berita
JAKARTA – Ikatan Keluarga Muaro Pingai (IKMP) se-Jabodetabek menggelar rapat konsolidasi ke 2 pada Minggu (7/12/2025) di rumah kediaman Datuk Barbanso Miradi, Srenseng, Jakarta Barat. Pentingnya merumuskan langkah langkah strategis penanganan pasca-bencana banjir bandang (Galodo) yang menerjang kampung halaman mereka di Sumatera Barat.
Pertemuan yang dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, dan perantau lintas suku ini menghasilkan sejumlah keputusan krusial, mulai dari aksi fisik pemulihan hunian hingga rencana pembangunan ekonomi jangka panjang.
Gerakan "Pulang Basamo" untuk Pemulihan Fisik
Salah satu poin utama yang disepakati adalah melanjutkan gerakan "Pulang Basamo". Berbeda dengan tradisi pulang kampung biasa, gerakan ini difokuskan pada misi kemanusiaan. Tim relawan perantau dijadwalkan berangkat pada hari Jumat mendatang untuk melakukan aksi bersih-bersih secara masif.
"Fokus kami bukan sekadar seremonial, tetapi membersihkan secara fisik rumah-rumah warga yang masih layak huni agar bisa segera ditempati kembali," ungkap Ridho Aulia Pradana yang menjadi koordinator penggalangan bantuan di Kreo Ciledug.
Para perantau juga menekankan prinsip kemandirian dalam aksi ini. Seluruh logistik, mulai dari peralatan tukang, konsumsi, hingga akomodasi relawan, akan disiapkan dari Jakarta atau ditanggung secara mandiri agar tidak membebani warga kampung yang sedang dalam kondisi sulit.
Ekonomi Lumpuh, Fokus Beralih ke Ketahanan Pangan
Rapat juga menyoroti fakta mengkhawatirkan bahwa 95 persen sendi ekonomi di Muaro Pingai lumpuh total akibat bencana. Menyadari pemulihan akan memakan waktu lama, IKMP sepakat untuk tidak lagi hanya bergantung pada bantuan sembako habis pakai.
"Kita harus membangun kemandirian agar tidak tergoda dengan adanya bantuan, karena tentu terbatas. Program ekonomi berkelanjutan seperti hidroponik, peternakan kambing/sapi, dan perikanan akan segera diinisiasi memanfaatkan sumber daya lokal yang tersisa," lanjut Ilma Sovri Yanti.
Kawal Data dan Bantuan Pemerintah
Selain aksi fisik, aspek advokasi dan validasi data menjadi sorotan tajam. IKMP mendesak agar data korban dan kerusakan dikelola melalui satu pintu resmi (Wali Nagari) untuk menghindari tumpang tindih bantuan.
Para perantau juga berkomitmen membentuk tim khusus untuk mengawal realisasi bantuan pemerintah pusat, termasuk wacana dana stimulan hunian dan pembangunan shelter. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, transparan, dan mencegah potensi penyelewengan di tengah situasi darurat.
Membangun Narasi Bangkit
Untuk memulihkan mental warga dan menjaga maruah kampung, IKMP juga akan mengaktifkan tim media dan branding. Melalui tagar #KitaBisa dan #MuaroPingaiBangkit, para perantau ingin mengubah narasi kesedihan menjadi semangat kebangkitan, serta menunjukkan kepada pihak luar bahwa masyarakat Muaro Pingai memiliki ketangguhan untuk pulih kembali.
Konsolidasi ini diakhiri dengan seruan persatuan bagi seluruh warga Muaro Pingai di perantauan untuk melepaskan sekat-sekat kelompok dan bersatu padu membantu pemulihan tanah kelahiran.
Artikel lainnya dalam kategori yang sama
SOLOK – 31 hari sudah Sumatera Barat tertimpa bencana Ekologi, yang di kenal dengan Galodo. Situasi yang berada di Sumat...
28 Dec 2025
Indonesia tengah berduka. Bencana yang melanda tiga provinsi—Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat—menyisakan luka se...
07 Dec 2025
Bencana Galodo (Banjir Bandang) yang membawa duka baik jiwa, materi dan penderitaan di Pulau Sumatera, telah memanggil I...
30 Nov 2025
SOLOK/JAKARTA – Bencana banjir bandang telah menerjang Desa Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Suma...
28 Nov 2025
JAKARTA, 28 November 2025 – Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), Maria Ulfah Ansh...
28 Nov 2025
JAKARTA, 28 November 2025 – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum...
28 Nov 2025
Jadilah bagian dari komunitas yang berkomitmen membangun perdamaian dan toleransi di Indonesia
Bergabung Sekarang